Menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya jauh di kota kecilku yang walaupun jauh dari jamahan tehnologi tetapi menyimpan sejarah yang sangat berharga.Pernah nonton “The Lord of the Rings” dengan para manusia kerdil yang disebut hobbits itu? Hanya fiksi semata atau benar-benar ada? Penemuan fenomenal di sebuah gua di Flores pada akhir 2004 yang lalu, memperlihatkan bahwa manusia-manusia kerdil ini sungguhan ada! Awalnya, para arkeolog asal Australia mengira telah menemukan fosil anak kecil. Namun investigasi membuktikan bahwa fosil itu ternyata wanita dewasa, berusia 30-an tahun, dengan tangan yang panjang dan tengkorak sebesar jeruk Bali.
Spesies ini diperkirakan tiba di Flores jutaan tahun lalu dan berevolusi membentuk tubuh kerdil karena kebutuhan adaptasi dengan lingkungan yang terisolasi. Mereka hidup di Flores hingga sekitar 12.000 tahun yang lalu. Yang menarik, jauh sebelum penemuan ini, masyarakat Flores sendiri memiliki legenda tentang Ebu Gogo, yaitu nenek moyang yang kerdil dan gemar “berceloteh” seperti burung. Hmm… tidakkah ini membuat Anda bertanya tentang kebenaran berbagai legenda lainnya di Indonesia? Yang jelas, gua marmer megah dengan stalagmit dan stalagtit yang membentuk struktur seperti kubah gereja di Liang Bua, 1,5 jam dari Ruteng, kini resmi menjadi cagar budaya, selain juga lokasi wisata alam yang menakjubkan.
Goa Liang Bua diperkirakan mulai terbentuk sekitar 190.000 tahun yang lalu. Hal ini didapat dari uji laboratorium terhadap sampel sedimen di pojok selatan goa. Diperkirakan goa ini terbentuk dari arus sungai yang membawa bebatuan menembus gundukan bukit. Setelah melalui proses panjang, bebatuan itu menjadi batuan sedimentasi.
Pada tahun 2001 dilakukan eskavasi arkeologi di Goa Liang Bua, yang merupakan kerja sama antara Pusat Penelitian Arkeologi Nasional bersama University of New England, Australia. Hasil penelitian arkeologinya baru diumumkan pada tanggal 28 oktober 2004, bahwa telah ditemukan fosil manusia cebol atau hobbit. Penemuan tersebut membuat goa Liang Bua menjadi menjadi sangat menarik untuk dikunjungi para wisatawan.
Keistimewaan
Situs Gua Liang Bua merupakan salah satu situs arkeologi penting tingkat dunia. Di goa ini, terdapat situs arkeologi tempat ditemukannya fosil Homo Floresiensis (Manusia Flores) yang mempunyai tinggi badan sekitar 100 cm dengan berat hanya 25 kg.
Fosil-fosil tengkorak tersebut diduga berasal dari suatu spesies manusia yang tumbuh tidak lebih besar dari kanak-kanak berusia lima tahun. Manusia kerdil yang memiliki tengkorak seukuran buah jeruk ini diduga hidup 13.000 tahun lalu, bersama gajah-gajah pigmi dan kadal-kadal raksasa seperti Komodo. Temuan ini diklaim sebagai spesies baru yang kemudian dinamakan Homo Floresiensis.
Lokasi
Goa Liang Boa terletak di Pulau Flores, tepatnya di dusun Rampasasa, Desa Liang Bua, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Akses Menuju Lokasi
Dari kota Kupang Ibukota provinsi NTT, wisatawan dapat naik pesawat dengan waktu tempuh satu setengah jam ke kota Ende di Pulau Flores. Kemudian, perjalanan dilanjutkan menuju Kota Ruteng dengan angkutan umum berupa minibus selama sekitar empat jam. Dari Ruteng menuju Rampasasa, berjarak 13 km, dapat ditempuh dengan angkutan umum.
Tiket Masuk
Pengunjung tidak dikenakan tiket masuk.

